Senin, 08 Februari 2010

Perbedaan Perempuran dan Lelaki (memahami jati diri wanita)

Bismillahirrahmanirrahim;

Teman-temanku kaum muslimah tentunya kita memang wajar apabila bertanya perbedaan antara wanita dan pria, apakah perbedaan-perbedaan itu adalah dampak perlakuan masyarakat atau memang lahir dari tabiat masing-masing jenis kelamin lelaki dan wanita. Banyak para ahli maupun pakar yang mengemukakan perbedaan perempuan dan lelaki.  Disini saya ingin mengutip beberapa perbedaan yang terdengar atau terbaca dalam beberapa buku, koran, atau majalah. Perlu diingat bahwasannya apa yang ditulis ini tidak sepenuhnya benar walaupun boleh jadi ada benarnya. Perbedaan tersebut tidak dimaksudkan untuk melecehkan kaum wanita, namun lahir dari sifat jenaka lelaki terhadap perembuan dalam upaya menarik perhatian perempuan atau mengundang komentar mereka yang berdiam diri dan memasabodokan lelaki. Anda juga dapat meletakan kata lelaki sebagai ganti kata perempuan, demikian juga sebaliknya. 
Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain :  
  1. Lelaki melalukan lebih banyak daripada apa yang dapat dilakukan perempuan, sedangkan perempuan melakukan apa yang lebih banyak daripada apa yang berani dilakukan lelaki. 
  2. Lelaki dikenal dari apa yang tidak dia lakukan, dan perempuan dikenal dari apa yang dia lakukan. 
  3. Dalam bercinta, lelaki berbangga dengan kemenangannya meraih perempuan, sedangkan perempuan berhias dengan ketaklukannya di hadapan lelaki. Lelaki berbangga dengan mengatakan; "Aku telah menaklukan perempuan A, B dan C" dan perempuan berbangga dengan mengatakan ; "Aku telah menolak lelaki A, B dan C".
  4. Ketika seorang lelaki menangis dihadapan perempuan, sesungguhnya ia telah menyentuh keangkuhan perempuan itu, dan ketika seorang perempuan menangis dihadapan lelaki, sesungguhnya ia telah menimbulkan rasa iba lelaki kepadanya. 
  5. Kenikmatan perempuan diperoleh ketika berhasil menghancurkan hati lelaki, sedangkan kenikmatan lelaki diperoleh ketika dia mampu memuaskan keangkuhan perempuan. 
  6. Kebahagian di sisi lelaki adalah sukses dalam pekerjaan, sedangkan bagi perempuan adalah sukses bersama lelaki. 
  7. Di balik setiap perempuan yang sukses, terdapat cinta yang gagal, dan di belakang setiap lelaki yang sukses, terdapat perempuan yang mencintai.
  8. Yang terakhir mati pada lelaki adalah hatinya dan pada perempuan adalah lidahnya. Lidah lelaki bagaikan pisau, sedangkan lidah perempuan seperti pedang. 
  9. Perempuan menginginkan anak yang menyerupai kekasihnya, sedangkan lelaki menginginkan anak yang serupa dengannya bukan yang serupa istrinya. Ini karena lelaki inging mengulangi wujudnya dan perempuan ingin mengulangi kekasinya. 
  10. Semua jenis pujian menggetarkan hati perempuan, tetapi tidak semua pujian menyentuh hati lelaki.
  11. Perempuan membinasakan akal lelaki, sedangkan lelaki meremukkan hati perempuan. 
  12. Harapan lelaki kiranya menjadi keras bagaikan es, sedangkan harapan perempuan menjadi air lalu menguap seperti udara. 
  13. Perempuan menganggap pernikahan sebagai statiun terakhir dalam perjalanan hidupnya, sedangkan lelaki memandangnya sebagai salah satu statiun pilihan, selanjutnya dia akan melanjutkan perjalanannya. 
  14. Perempuan tidak melupakan ciuman pertama, sedangkan lelaki melupakan ciuman terakhir. 
  15. Mudah bagi lelaki menutup matanya, tetapi mustahil bagi perempuan menutup telinganya. 
  16. Dahulu orang berkata; "Tiga sifat lelaki yang terbaik tetapi itulah yang terburuk buat perempuan". Tiga sifat tersebut adalah berani, rendah hati dan tangan terbuka. Tiga sifat terbaik perempuan tetapi itulah yang terburuh buat lelaki adalah tinggi hati, sangat hati-hati dan tangan tertutup. 
  17. Lelaki adalah penderitaan cinta, sedangkan perempuan adalah cinta penderitaan.
  18. Lelaki memahami apa yang dia dengar, sedangkan perempuan mendengar apa yang dia tidak pahami. 
  19. Lelaki senang berpindah-pindah bagaikan wisatawan, sedangkan perempuan senang menetap bagaikan penduduk asli. 
  20. Ketika lelaki merasa jemu, dia membutuhkan seseorang yang mendorongnya agar ia maju kedepan. Ketika perempuan merasa jemu, dia membutuhkan seseorang yang menopangnya dari belakang agar ia tidak terjatuh. 
  21. Tuhan menciptakan lelaki dari tanah agar dia dapat menanam di bumi dan  membangun di atas bumi rumah-rumah tempat tinggal. Tuhan menciptakan perempuan dari tulang rusuk lelaki agar dia dapat mendorong lelaki dari bumi ini dan mengusirnya dari rumah yang dibangun lelaki itu. 
  22. Lelaki sering tidak mengetahui kapan mengucapkan kata perpisahan bagi perempuan, sedangkan perempuan sering kali tidak mengetahui kapan dia harus berpisah. 
  23. Ketika lelaki berbicara tentang kebebasan, yang dimaksud adalah kebebasannya dari perempuan. Ketika perempuan berbicara tentang keikhlasan, yang dimaksud adalah keikhlasan lelaki kepada mereka. 
  24. Lelaki cepat jatuh cinta, sedangkan perempuan lebih cepat membenci
  25. Lelaki yang tidak tampan dapat menemukan perempuan yang dicintainya, sedangkan perempuan yang tidak cantik tidak menemukan lelaki yang mencintainya. Ini karena perempuan ketika bercinta tidak bertanya apakah lelaki teman kencannya sudah mencukur janggutnya atau tidak, tetapi lelaki yang bercinta tidak akan mencium perempuan yang berjenggot. 
  26. Perempuan lebih senang menikah dengan lelaki yang kaya walaupun banyak bicara daripada pendiam tapi miskin, sedangkan lelaki lebih senang menikah dengan perempuan yang pendiam walaupun miskin daripada yang kaya tapi banyak bicara. 
  27. Ketika bercinta, lelaki berusaha mengangkat perempuan ke peringkat lelaki, tetapi perempuan lebih senang turun ke tingkat lelaki yang dia senangi. Dengan demikian, lelaki ketika bercinta mengangkat sedangkan perempuan menurun. 
  28. Kalau dua orang lelaki bertengkar, sering kali penyebabnya adalah perempuan, sedangkan bila dua orang perempuan bertengkar biasanya penyebabnya juga adalah perempuan. 
  29. Lelaki menangis atas apa yang hilang darinya, sedangkan perempuan menangis atas apa yang tidak dia peroleh. 
  30. Lelaki letih mencari ketenangan, sedangkan perempuan tidak tenang kecuari  mencari keletihan. 
  31. Ketika seorang perempuan menikah untuk kedua kalinya, itu karena dia membenci suaminya yang pertama, sedangkan ketika seorang lelaki menikah untuk kedua kalinya, itu karena dia mencintai istrinya yang pertama. Karena itu perempuan mencoba nasibnya dan lelaki berspekulasi. 
  32. Lelaki diciptakan dari tanah dan perempuan dari tulang. Karena itu perempuan lebih kuat daripada lelaki dan kekuatannya terletak  pada kelemahannya. 
Itulah beberapa pandangan jenakan yang tidak sepenuhnya benar walaupun ada benarnya juga. 

Teman-temanku pembicaraan tentang perempuan selalu merupakan salah satu topik yang menarik, baik antar perempuan lebih-lebih antar lelaki baik tua maupun muda dan Al-Quran sendiri mengakui hal tersebut.

Tidak dapat dipungkiri bahwa mengabaikan perempuan berarti mengabaikan setengah dari potensi masyarakat, dan melecehkan mereka berarti melecehkan seluruh manusia karena tidak seorang manusia pun kecuali Adam dan Hawa as yang tidak lahir melalui seorang perempuan. 

Kini semua pihak mengakui perlunya keadilan, kebebasan, kemajuan dan pemberdayaan perempuan. Namun tidak dapat disangkal bahwa ada bias terhadap perempuan oleh lelaki  yang mengakibatkan peremehan terhadap perempuan karena mempersamakan mereka secara penuh dengan lelaki dan menjadikan mereka menyimpang dari kodratnya, dan hal ini adalah pelecehan. Sebaliknya tidak memberi hak-hak mereka sebagai manusia yang memiliki kodrat dan kehormatan yang tidak kalah dengan apa yang dianugerahkan Allah kepada lelaki, juga merupakan pelecehan. 
Perlu dipahami bahwa Al-Quran menegaskan bahwa "Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik seseorang lelaki maupun perempuan (QS. Ali'Imran (3);195)
Sekali lagi penulis tekankan, bahwa orang bisa berpendapat tentang perbedaan lelaki dan perempuan berikut faktor-faktor penyebabnya. Namun yang ingin penulis garis bawahi disini adalah masih adanya pandangan miring terhadap perempuan khususnya wanita muslimah sejak dahulu hingga kini merupakan kekeliruan yang harus kita benarkan. Baik dari sikap dan perilaku kita mulailah dari hal-hal yang bersifat kecil dan mulailah dari saat ini, karena sebagai kita sebagai perempuan yang diciptakan oleh Allah tentunya untuk mendampingi laki-laki, begitu pun sebaliknya. Allah SWT tentu sangat tahu bahwa perempuan adalah pendamping terbaik laki-laki, sebagaimana halnya laki-laki juga adalah pendamping terbaik bagi perempuan.  Sungguh tidak berbudi laki-laki yang tidak menghormati, mencintai, dan menghargai perempuan. Hanya lelaki bodoh yang sanggung melakukan pelecehan terhadap perempuan. Oleh karena itu jangan dijadikan perbedaan sebagai alasan pembenaran namun jadikan lah perbedaan sebagai sesuatu anugrah yang dikarunia oleh Allah. 

Wassalam
Kartini Hadi Santoso

Dikutip dari buku Quraish Shihab (Perempuan)

0 komentar:

Posting Komentar